Wahai Kekasihku, Aku Masih Menunggu Keretamu Datang

Stasiun Bedono Desember 1920IMG-20160807-WA0012

Hatiku terkoyak – koyak oleh rasa rindu, ya rinduku padamu wahai kekasih. Rasanya seperti tercabik-cabik hingga sukmaku terasa sakit sampai sekarang. Puluhan tahun aku memendam rasa mungkin bisa ratusan tahun aku terperangkap di sini menunggumu. Hingga warna tembok-tembok stasiun ini berubah warnanya kemudian dicat lagi oleh orang-orang yang saat ini merawat Stasiun Bedono. Ya Stasiun Bedono, aku sering terlihat di sini karena sesuatu hal. Akan kuceritakan nanti kenapa aku bisa di sini.

Dahulu kala, aku tidak peduli orang-orang  menganggapku bodoh atau terlalu mabuk dalam cinta. Tapi memang benar adanya, aku telah mabuk cinta oleh pria itu. Tidak usah kusebutkan namanya, cukup aku saja yang tahu nama kekasihku. Hal yang membuatku sedih sekali adalah keluargaku yang tidak bisa menerima pujaan hatiku itu. Bahkan papaku sangat marah dan malu padaku. Hingga tidak menganggap aku bagian dari mereka karena aku melakukan kesalahan yang amat fatal. Bagiku tidak, ya tidak!

Teman-teman sebayaku juga sangat menyayangkan perbuatanku karena memang tidak pantas apa yang kuperbuat. Tapi sudahlah aku terlalu dalam jatuh ke dalam pesakitan cinta. Tahu kenapa mereka sangat tidak menyukai hubungan kami? Akan aku beritahu tetapi sekilas saja. Kekasihku itu adalah inlander. Ya seorang pria Jawa dan sudah beristri serta mempunyai anak. Salahkah aku mencintainya? Kita tidak akan pernah tahu kapan datangnya cinta. Aku mulai mencintainya setelah perjumpaan kita kedua kalinya. Hemmm ……

Oyah aku lupa mengenalkan diriku, panggil saja Namaku Yolanda tetapi jika engkau menulis namaku harus menulis seperti “Jolanda”. Yah sebut saja namaku demikian dan tak perlu aku sebutkan nama keluargaku. Aku adalah seorang gadis belanda berumur 19 tahun namun aku terlahir di tanah Jawa ini yang cantik. Orang-orang bilang jika ada seorang Belanda lahir di tanah Jawa ini disebut kreol. Konon kata orang-orang yang pernah melihatku atau bertegur sapa denganku. Perawakanku seperti noni-noni Belanda lainnya yaitu berambut panjang sebahu dan berwarna pirang. Aku mempunyai mata biru terkadang menyala di malam hari hihihi…… Aku juga suka mengenakan dress warna putih yang panjang sampai lantai hingga kalian tidak bisa melihat sepatuku. Yah seperti melayang, tetapi memang aku suka melayang- layang.

Tinggi badanku sedang diantara teman-teman sebayaku tetapi aku lebih tinggi dari seorang gadis Jawa yang sedang menulis tentangku ini. Mungkin dia seleherku, hihihi… kembali pada ceritaku. Kutambatkan hatiku pada pria Jawa pujaanku itu, namun semuanya tidak berjalan mulus. Hubungan kami diketahui oleh keluargaku yang tidak memperbolehkan berhubungan dengan inlander. Aku hanya bisa menemuinya di luar rumah. Salah satunya di Stasiun Bedono ini. Setiap minggu sekali, aku menunggunya keretanya datang di Stasiun mungil ini. Aku tidak peduli juga orang-orang di sekitar Stasiun melihat hubungan kami. Perlu kalian ketahui, Stasiun ini sebenarnya untuk kelas 2 dan kelas 3 yaitu hanya untuk kelas inlander saja.

Jadi jika kalian main kesini, kalian hanya bisa melihat orang-orang Jawa saja tak terkecuali petugas dan staff kereta api yang semuanya orang Belanda. Sedangkan kelas satu ada di Stasiun Ambarawa. Oyah aku akan menceritakan bagaiman suasana Stasiun ini dahulu kala awal abad 20. Hemmm semuanya masih syahdu, tidak ada suara motor, mobil atau truk. Dahulu kala kami hanya mendengar suara kereta kuda, sepeda dan tentu saja aku masih bisa mendengar suara daun yang berbunyi karena saling bergesekkan.

Dahulu kala di sini juga terdapat, para penjual tradisional. Mereka berbusana Jawa dan beberapa terlihat penjual- penjual makanan dan buah-buahan tersebut tidak memakai alas kaki.  Perempuan tua, muda dan juga laki-laki mereka sering berjualan d sini. Kulihat juga ada perempuan Jawa muda yang cantik yang terlihat sedang menunggu seseorang datang juga. Jadi tidak hanya aku yang menunggu seorang kekasih. Lalu ada sesuatu ehmm kuceritakan lain kali ya……..

Bersambung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s