Wahai Kekasihku, Aku Masih Menunggu Keretamu Datang Part II

Wahai Kekasihku, Aku Masih Menunggu Keretamu Datang

Part IIIMG-20160807-WA0012

Desember 1920

Masih ingatkah kalian ceritaku sebelumnya tentang sepenggal kisah percintaanku dan Stasiun Bedono? Jika kalian masih ingat maka akan kuteruskan cerita ini mumpung penulisnya sedang tidak labil dan seperti biasanya perempuan Jawa ini merokok hingga berbatang-batang kadang “teman-teman” astralnya sejenis saya menegurnya namun tak dihiraukannya.

Tahukah kalian Stasiun Bedono itu berada di berada di bukit dan hawanya masih sangat sejuk dan jika malam kadang menusuk kulit. Tetapi sekarang tidak terlalu dingin seperti tahun 1920. Maaf saya lupa kalau saya pernah hidup di tahun tersebut hehehe terkadang saya bercerita tentang masa lalu terus. Stasiun Bedono yang mungil ini adalah stasiun kesayangan saya sejak dahulu kala dan menyimpan banyak memori bersama kekasihku seorang Inlander. Perlu kalian ketahui kalau Stasiun ini adalah Stasiun paling tinggi di antara stasiun yang berada di jalur Yogyakarta-Ambarawa. Jika kalian bisa melihat masa lalu di Stasiun Bedono ini pasti kalian akan suka sekali melihat para penumpang berpakain biasa saja bahkan seperti kuli. Karena selain penumpang biasa, penumpang yang turun di stasiun ini adalah para pekerja di perkebunan kopi. Justru mereka para pekerja perkebunan kopi yang sering memenuhi stasiun ini. Terkadang jika bertemu mereka saat menunggu kekasihku itu aku agak canggung karena saya seorang Belanda dan mereka inlander. Mereka terkadang melihatku tidak berkedip ada juga yang pura-pura tidak melihat.

Para pekerja perkebunan kopi naik turun dari kereta yang melewati stasiun ini. Terkadang mereka membawa barang-barang. Para mandor pengawas perkebunan kopi juga suka hilir mudik di stasiun ini. Hal yang aku sukai dari mereka adalah walaupun stasiun sedang ramai mereka tetapi berbaris rapi saat membeli tiket. Jika mereka kelelahan makan mereka mengantri dengan cara jongkok kadang duduk slonjoran. Kemudian mereka duduk di pojok-pojok tembok memutar. Ada juga yang bersenda gurau dengan penjual makanan kecil. Pasti sudah bisa ditebak mereka biasanya cekikikan dengan para penjual yang masih muda belia dan terkadang berpakainnya montok begitu. Nah masih ingat bukan ada perempuan muda yang cantik juga berjualan di sini. Dia juga suka menunggu seseorang datang tetapi tidak perlu saya sebutkan siapa nama beliau karena beliau mempunyai jabatan penting di kantor Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappjic yaitu perusahaan kereta api di Hindia Belanda  hihihi. Jika saya ceritakan, penulisnya ini akan dapat tamapran keras dari anu. Oleh karena itu saya tidak akan menceritakan secara detail.

Oyah jika kalian ingin melihatku keretaku datang, kalian bisa datang kesini pukul 1 malam hihihi. Pertama kalian akan disambut oleh para pedagang-pedagang itu, abaikan yang ada di luar halaman ya. Tetapi jika kalian sudah melihat kereta itu datang, kalian tidak akan bertemu kekasihku. Karena selama ini aku juga menunggu dia entah sampai kapan. Jujur saja hati ini sudah membeku. Merindukannya adalah hal terindah…

Bersambung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s