Suatu hari di Kerajaan Majapahit

20160730_125908

Quote: “For every beauty there is an eye somewhere to see it. For every truth there is an ear somewhere to hear it. For every love there is a heart somewhere to receive it”

By: Alexander Pushkin

M, 1330

 

Menjadi raja perempuan tentulah tidak mudah, banyak beban yang harus kupikul. Terutama menjaga nama baik ayahku dan membersihkan nama kerajaan. Karena  setelah kematian kakak tiriku yang bernama Jayanegara alias Kalagemet banyak hal yang aku urus bersama seorang Mahapatih. Saat  Kakaku memerintah kerajaan ini banyak hal yang berubah yaitu banyaknya pemberontakan dan cara dia memerintah kerajaan agak sedikit melenceng. Sebagian besar dewan kerajaan dan sesepuh tidak menyukai tindakan beliau.

Bahkan aku masih menaruh rasa tidak suka padanya karena aku masih ingat sekali apa yang ia lakukan pada adikk manisku itu. Sungguh tidak terpuji rasanya aku dan Ibundaku ingin membuang dia sejak kami masih kecil. Tetapi karena kakaku adalah seorang putra mahkota yang menggantikan pengganti ayahku maka kami hanya diam saja dan menerima nasib. Namun semuanya sudah berlalu, akhirnya sang Raja yang cacat itu meninggal dunia akibat dibunuh oleh tabib Kerajaan. Tabib itu dulunya merupakan kesayangan kakakku dan terlibat cinta terlarang dengan adik perempuanku satu-satunya. Kuakui tabib itu sungguh mempesona hingga membuat adikku mabuk kepayang karenanya. Sesungguhnya ia adalah tabib yang baik namun karena sesuatu hal ia berubah macam harimau yang menunggu mangsanya Shh…….

Aku dilahirkan dengan nama asli Dyah Gitarja sekitar tahun 1300an, sedangkan adikku selisih dua tahun saja. Adikku yang cantiknya paling gemilang itu bernama Dyah Wyat. Kuakui adikku lebih cantik daripada aku. Namun sifatnya yang kurang aku suka yaitu terlalu polos dan aku sebagai kakaknya harus menjaga setiap saat dulu ketika kami masih kecil dan beranjak dewasa. Konon kata orang-orang kami berdua mewarisi wajah ayahku yang ganteng dan garis wajah yang halus ibuku. Sebut saja beliau Rajapatni ya Gayatri Rajapatni. Namun sedari kecil kami juga sering di ajak ayah kami jalan-jalan dan naik kuda. Oleh karena itu tubuh kami juga mewarisi badan ayah kami yang atletis.

Kehidupan masa kanak-kanak kami sungguh tidak mudah dan cenderung was-was karena kami selalu bertengkar dengan Kalagemet alias kakak tiriku itu yang mempunyai tabiat yang tidak bagus. Contohnya dia suka menyiksa hewan terutama anjing adikku yang berwarna hitam itu. Aku ingin menceritakan sesuatu hal pada kalian, tetapi aku agak malu mengakuinya. Kakak tiriku itu juga sedikit sakit otaknya karena berkali-kali ingin mencium kami dengan paksa. Sepertinya memang ada yang salah dengan kepribadiannya. Kami sedarah namun ia berlaku tidak sopan.

Konon kata ibuku kakak tiriku mewarisi sifat dari Ibunya yang seorang wania berdarah melayu. Wanita itu mempunya tabiat yang jelek dan suka memfitnah ibuku. Kerjaannya hanya malas-malasan, menghamburkan harta bahkan suka melakukan tindakan tidak pantas dengan dayang-dayangnya. Ada juga yang bilang bahwa wanita melayu ini tidak tahu diri dan menyeleweng dengan salah seorang pengawalnya.

Mungkin saja ayahku tahu tentang perbuatan dia tapi ayahku hanya diam saja dan menutup rapat-rapat. Tapi sudahlah semua sudah berlalu. Kalian tahu tidak jika kakaku pernah jatuh di gerbang Bajang Ratu dan menjadikannya cacat. Mungkin karena itu juga sifatnya semakin tidak terkendali. Namun beliau masih mempunyai sifat yang masih bisa kami banggakan yaitu dia memang petarung yang tangguh. Kesukaannya adalah bermain perang-perangan, itu yang kami lihat sejak kecil. Kata ibuku juga sifat tersebut sangat diperlukan jika kerajaan dalam keadaan genting alias jika ada pemberontakan dan tindakan makar. Tetapi tetap saja hal itu tidak mengubah pandanganku terhadapnya sebagai raja yang tidak waras dulunya. Bagaimana tidak beliau melarang kita dekat dengan pangeran-pangeran Negara tetangga. Gara-gara perihal itu juga mengakibatkan adikku menjalin kasih diam-diam dengan tabib ganteng itu sedangkan aku menjadi pengawas adikku. Awalnya, Orang tua kami tidak mengetahui perihal ini namun tetap saja………

bersambung

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s