Hari Besarku Menjadi Raja Perempuan Pertama di Tanah “M

M, 1333

Aku tidak pernah menyangka akan secepat ini mengepalai sebuah kerajaan. Karena pada saat itu yang kupikirkan adalah menikah dengan seorang pangeran tampan yang seusia denganku. Kemudian melanjutkan pekerjaanku sebagai bawahan penguasa Jiwana. Tiba- tiba, Aku dipanggil oleh ibundaku untuk menjadi raja di kerajaan warisan Wijaya ini dengan pengawasan Patih muda. Aku masih ingat sekali kala itu, kerabat kerajaan sangat mendukung keputusan Ibuku menunjukku sebagai raja dan Patih muda itu juga menyambut dengan hangat. Rakyat pun juga antusias sekali saat pentasbihan dan penobatan aku menjadi raja. Kulihat ibuku tampak lega sekali ketika peristiwa tersebut berlangsung.

Kemudian, beliau juga mengadakan upacara khusus yang hanya dihadiri oleh dewan raja dan Mahapati Arya Tadah. Upacara itu adalah upacara mengundurkan diri dengan cara mencukur rambutnya hingga habis dan mengumumkan akan menjadi bikuni. Beliau memilih menjadi umat Budhha tidak seperti kakekku yang lebih menganut agama Hindu dan berpaham Tantra yang sangat kental.

Empat tahun yang lalu tepatnya apda tahun 1329, Kerajaan M mengadakan upacara tradisional yang megah dan penuk khidmat karena selain upacara pentasbihan tersebut digelar pula upacara pernikahanku dengan Pangeran Cakradhara. Selain acara pentasbihan dan pernikahan yang khidmat juga diadakan pertunjukan dari para senopati perang yaitu menunjukkan keahlian berperang mereka yang hebat semacam upacara kemiliteran. Musik dan tari-tarian para penari kraton kerajaan juga tidak ketinggalan meramaikan peristiwa tersebut.

Jika dilihat dari kejauhan kerajaan M pada saat itu juga bercahya mengkilap kelip kelip karena pantulan emas dengan cahaya matahari. Pantulan emas itu  tidak hanya dari dinding dan lantai istana namun para kerabat kerajaan yang berbusana sangat mewah bertatahkan gelang, kalung, dan hiasan kepala yang semua terbuat dari emas. Begitupun juga mahkota yang kupakai sekarang adalah emas murni 18 karat murni peninggalan ayahku Raden Wijaya.

Selain ibuku memberi restu ada pula Mahapatih Arya Tadah yang yang senantiasa menjaga kerajaan bersama patih muda itu. Mereka berdua sudah tampak dekat satu sama lain ketika Kalagemet menjadi raja. Bahkan konon katanya, Patih mudah itu yang bernama Gajah Mada yang akan menggantikan posisi sebagai Arya Tadah. Perihal ini sudah diketahui banyak dewan kerajaan dan para senopati perang bahwa Gajah Mada mempunya lencana keemasan khusus dari Arya Tadah. Jadi apa yang menjadi perkataan dan kuasa Arya Tadah ada pada Gajah Mada juga.

Selama pentasbihan itu, para tetua adat mengganti namaku menjadi Sri Tribhuwanattunggadewi Maharajasa Jayawisnuwardhani. Begitupula suamiku yang semula bernama Cakradhara menjadi Kertawardhana Bhre Tumapel. Setahun kemudian, adikku Dyah Wyat juga melangsungkan pernikahannya dengan seorang pangeran muda yang bernama Pangeran Kudamerta. Mereka adalah pasangan yang serasi baik yang perempuan cantik seperti bidadari dan yang laki-laki juga sangat tampan. Adik perempuanku satu-satunya itu pun bergelar Rajadewi Maharajasa Bhre Daha dan suaminya bergelar  Wijayarajasa Bhre Wengker.

Kami mendapatkan suami memang dijodohkan oleh ibuku dan kerabat kerajaan karena untuk menjaga kehormatan dan kelangsungan persahabatan antar kerajaan. Singkat kata pernikahan politik namun kami tidak peduli karena apa yang dipilih oleh Ibu kami adalah yang terbaik. Daripada jatuh pada pangeran – pangeran yang salah. Tetapi ada satu hal yang mengganjal dalam relung hatiku paling dalam yaitu mengenai percakapan tempo hari dengan adikku. Dia tampak gelisah sekali, aku rasa bukan karena pekerjaannya tetapi ada sesuatu hal yang menggangu dia……

 

327px-Parvati_Majapahit_1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s