Wahai Adikku Dyah Wyat Part IV

M, 1333

Biarkanlah hujan membasahi bumi ini

Karena setelah itu diwajahmu kan ku lihat pelangi

Biarkanlah daun-daun berguguran ke bumi

Kasih sayangku padamu akan terus mengalir hingga akhir hayatku

Wahai, adikku yang paling aku sayangi

Andaikan semua bisa kau bagi

Aku ingin rasakan deritamu saat ini

Walaupun sakitnya seperti di tusuk duri hingga menjadikan hatiku robek

Ingatkah engkau……….Bisikku padanya

Sedari kecil aku selalu menjagamu walaupun terkadang aku menerima pukulan hingga membuatku berdarah

Tahukah engkau wahai adikku yang bermata cokelat

Sorot matamu begitu tajam namun teduh

Kadang kau membuat aku marah

Kadang kau membuat aku tersenyum

Kepolosanmu yang membuat aku khawatir

 

Wahai adikku Dyah Wyat…. Semoga engkau baik-baik saja. Aku tahu jika hatimu sangat terpukul sekarang. Kami kira Kudamerta adalah pangeran yang cocok untukmu  namun tidak. Ia telah berbohong pada kami karena telah mempunyai istri dan anak. Namun kami sebagai para putr ningrat tidak boleh begitu saja memutuskan untuk berpisah. Moral dan tanggung jawab kami harus panggul bersama. Istilahnya mikul dhuwur mendhem jero. Kemungkinan itulah yang membuat dia belum bisa mengandung karena terlalu banyak pikiran. Aku takut jika ia sakit pikir maka ia akan terbunuh secara perlahan-lahan.

Adikku sedari kecil sudah terkenal ringkih, sering sakit. Dyah juga seorang anak yang manja pada kakanya. Jadi singkat kata aku ini adalah ibu keduanya walaupun kami hanya terpaut beberapa tahun saja. Oleh karena itu aku sebgai kakaknya sangat khawatir jika terjadi sesuatu padanya. Aku sudah bilang pada ibu kami tentang masalah yang dia hadapi sekarang namun jawabannya adalah. Jalani saja itu sudah menjadi takdir dia. Duh Gusti…………

Kuakui juga hatinya hanya tertanbat pada Tanca, aku pun bisa merasakan rasa kehilangannya ketika Tanca di bunuh oleh Gajah Mada karena telah meracuni Kalagemet. Raut wajahnya sangat membeku dan kecantikannya sempat memudar dan akhirnya jatuh sakit berhari-hari. Duh Dik…, andaikan Ayahmu tahu, mungkin beliau akan tambah murka. Sebenarnya tidak ada yang salah dari hubungan kalian hanya perbedaan status. Engkau adalah salah satu Sekar Kedaton bahkan yang paling cantik dan Tanca dengan posri yang sudah pas hanya saja ia adalah seorang tabib kerajaan bujab seorang pangeran. Mungkin Tanca adalah pasangan yang pas untuk adikku   karena ia memiliki sifat lembut dan kasih sayangnya amatlah besar pada adikku. Singkat kata beliau bisa momong adikku yang manja ini. Begitu pula adikku tidak menyukai laki –laki yang kasar dan merasa ia yang paling benar.

Akupun juga tidak boleh sakit. Usia janin yang kukandung sudah memasuki bulan ke 8, sebentar lagi nak engkaumelihat dunia walaupun nantinya yang engkau lihat adalah dunia fana. Setelah melahirkan nanti aku pun harus kembali lagi pada kerajaanku sebagai raja. Menjadi raja itu seperti nahkoda kapal yang besar di lautan yang ganas. Kita harus selalu bersyukur jika lautan tenang namun jangan terlal banyak bersantai karena siapa tahu badai akan menghampiri dan menghantam kapalmu dengan keras.

Kalian harus pandai-pandai membaca alam, tepatnya bersahabat dengan alam. Seperti di dalam kerajaan, tidak hanya sekedar cerdas atau pintar dalam memerintah tetapi kamu harus bisa momong dewan dan kerabat kerajaan. Kalian harus cerdik dan waspada juga karena mungkin orang yang kupercayai bisa saja melakukan tindakan makar. Seperti yang sudah pernah terjadi pada masa Kalagemet memerintah. Seorang raja tidak boleh membeku di singgasananya apalagi aku yag seorang raja perempuan ini. Tidak  hanya menyuruh bawahanmu untuk bekerja namun seorang raja harus ikut serta dalam kelangsungan kerajaan itu sendiri.

Ketika kapalmu mengarungi samudera yang luas, jika kalian sebagai raja harus bisa juga mempunyai kemampuan yaitu mata menyapu seluruh pandangan di sekelilingmu. Pada intinya ialah harus waspada. Sama saja di kerajaan, selalu siap dan waspada. Menjadi raja juga harus percaya diri dan tidak takut akan badai yang mempunyai petir yang nylekit menyambar – nyambar yang bisa menyobek layarmu dengan mudah.

Sepertiyang kudengar sekarang bahwa ada bibit tindakan makar yang………………

 

Bersambung..

 

 

 327px-Parvati_Majapahit_1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s